Kamis, 15 Desember 2016






Pasca gempa yang melanda Pidie Jaya dan Sekitarnya, mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry melakukan rekontruksi mental anak yang trauma pasca gempa yang menerpa Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (13/12) di Desa Kuta Trieng, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
 
Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) S1 Ilmu Perpustakaan yang mewadahi mahasiswa S1 Ilmu perpustakaan yang tergabung dalam  "Ilpus Peduli Anak-Anak Korban Gempa Pidie Jaya" melakukan berbagai rangkaian kegiatan bersama-sama anak-anak yang berada di Desa Kuta Trieng, diantaranya story telling, lomba mewarnai, lomba rangking 1,  bermain bola, bermain permainan lokal Aceh, bernyayi islami, belajar agama dan lain-lain yang bertujuan untuk pemulihan mental anak yang trauma akibat gempa.
Ridha Naufal Hanra selaku koordinator relawan mengatakan 17 relawan mahasiswa ilmu perpustakaan hadir di Pidie jaya dalam rangka bermain sukaria bersama adik-adik di Desa Kuta Trieng.

“Kita behadir disini dalam rangka bermain bersama adik-adik di Kuta Trieng, kami disini untuk melebarkan senyuman mereka anak-anak Pidie Jaya dalam hal ini kami fokus pada desa Kuta Trieng.”

Disela-sela bermain bersama anak-anak Fadhallah Zacky selaku Ketua HMP S1 Ilmu Perpustakaan mengtakan bahwasanya kehadiran mereka untuk rekontruksi mental anak yang trauma pasca gempa yang menerpa Pidie Jaya.

“Kehadiran kita disini tidak muluk-muluk, tok berfokus pada anak-anak harus tersenyum lebar dalam kegembiraan”

Dia menambahkan berbagai rangkaian kegiatan dilakukan untuk bisa bersosialisasi dan bermain sambil belajar bersama anak-anak.

“Pasca gempa yang menerpa Pidie Jaya, anak-anak banyak yang terkejut dan takut terhadap gempa yang datang kembali, terlebih gempa berulang kali terjadi sampai puluhan kali gempa yang dirasakan oleh warga Pidie Jaya. Kami tidak bisa membayangkan tentang perkembangan mental anak-anak pasca gempa, mereka sering kali terkejut dengan puluhan guncangan dan ini membuat mereka waswas terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.”

Ia berharap dengan kehadiran para relawan mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan untuk Pidie Jaya dapat menurunkan trauma yang di alami sehingga senyum lebar anak Pidi Jaya tetap terlihat dari wajah ceria mereka. Harapnya Fadhallah yang prihatin terhadap mental anak.

(Z/S)

0 komentar:

Posting Komentar