Jumat, 03 November 2017

Heca News- Sebanyak 50 pengelola dan pustakawan Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat mengikuti pelatihan dan pengembangan repository berbasis E-Prints. Pelatihan berlangsung di Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas tersebut, pada tanggal 1-2 November 2017.
Kegiatan yang diprakarsai UPT Perpustakaan UTU Meulaboh ini bekerjasama dengan Aceh Library Consultant (ALC) diperuntukkan bagi pengelola perpustakaan, perwakilan dosen, mahasiswa beserta staf dari setiap unit kerja.
seperti yang diberitakan oleh http://portalsatu.com Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh alumni prodi S1 Ilmu Perpustakaan yang tergabung dalam Aceh Library Consultant (ALC) masing-masing Arkin, S.IP, Teuku Hermilan dan Rahmad Syah Putra, M.Pd.
Kepala UPT Perpustakaan Universitas Teuku Umar Meulaboh, Najamuddin, M.Si mengatakan, saat ini Universitas Teuku Umar Meulaboh sedang melakukan terobosan baru bersama Aceh Library Consultant (ALC) untuk membangun dan mengembangkan sebuah sistem pengelolaan open access repository berbasis E-Prints beberapa bulan yang lalu, dan hasil-hasil sebagian karya skripsi mahasiswa sudah bisa diakses melalui www.repository.utu.ac.id.
“Untuk saat  ini sistem pelayanan di UPT Perpustakaan sudah menggunakan sistem berbasis web dengan menggunakan software SLiMS, selain itu kita terus berupaya untuk mengembangkan perpustakaan baik dalam peningkatan softskill pengelolaan bagi pustakawan dan staf yang ada,” kata Najamuddin.
Selain itu, ia berharap dengan adanya pelatihan ini para peserta mampu menyosialisasikan dan mengelola repository untuk memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
“Sekarang ini masih banyak karya dosen dan mahasiswa masih disimpan sendiri, ketika dibutuhkan proses mencarinya lama dan kadang tidak ketemu. Oleh sebab itu kita melakukan sebuah terobosan dengan mengumpulkan karya dosen dan mahasiswa untuk di upload ke dalam repository, sehingga jika ada program studi membutuhkan bukti karya-karya dosen dan mahasiswa untuk keperluan akreditasi maka bisa di-download di repository,” kata Najamuddin melalui keterangan tertulis.
Sementara itu, Rahmiyul, S.IP selaku Staf Bagian pengolahan UPT Perpustakaan UTU Meulaboh mengatakan, selama ini mahasiswa UTU yang sudah menyelesaikan skripsi menyerahkan hardcopy sebagai bukti fisik di Perpustakaan. Namun ke depan pihaknya berencana melalui sistem Digital Repository, mahasiswa tidak lagi diwajibkan mengumpulkan hardcopy melainkan cukup mengunggah softcopy karya ilmiahnya secara online.[]
Editor: IHAN NURDIN

Jumat, 12 Mei 2017



Hecanews--- Rabu, 10 Mei 2017 pukul 15.00 WIB, Bertempat di kantor  polisi, dengan keperluan mengambil STNK yang ditilang siang harinya karena, Tidak Pakai Helm, tidak ada SIM, tidak bawa STNK dengan Denda bayar dan setor di salah satu BANK sebesar Rp.61.000., Keadaan siang harinya kondisi turun hujan sangat lebat. Berada di kantor polisi, terdapat pemandangan yang begitu luar biasa, seekor indukan kucing sedang menyelamatkan tiga ekor anaknya yang awal mulanya diletakkan di bawah selokan?irigasi pembuangan air, sehingga membuat 3 anakan kucing tersebut terbawa arus, indukan kucing tersebut langsung lompat keselokan/irigasi untuk mengambil satu persatu anaknya yang terbawa arus untuk dibawa ketempat yang lebih aman dan hangat.

Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah perjuangan indukan kucing untuk menjaga anaknya untuk tetap hidup dan tumbuh besar, beda halnya yang terjadi dengan kebanyakan “ibu manusia” yang tega membuang anaknya yang baru dilahirkan karena tidak sanggup menanggung malu karena memiliki anak diluar nikah, atau karena tidak sanggup menghidupkan anak karena krisis ekonomi.

Anak merupakan titipan yang harus dibesarkan dengan baik dan benar agar tumbuh kembang menjadi orang yang berguna kedepannya. Setiap anak sudah ada rezekinya sendiri, tidak perlu takut jika anak tersebut akan kelaparan, namun perlu juga diiringi dengan usaha dan doa.

Sebagaimana halnya indukan kucing, setiap harinya mencari makan untuk menyusui anak-anaknya, tidak perlu banyak asal sudah cukup untuk menyusui, namun hal ini tidak pula dicontoh oleh “ibu manusia” yang tega anaknya dibuang dan ditelantarkan begitu saja karena masalah yang dibuatnya sendiri, tanpa memperdulikan anak tersebut nantinya akan di ambil orang atau mati karena dimakan hewan buas.

Memiliki akal yang sempurna untuk berpikir dan bertindak, namun tidak lah digunakan dengan semestinya, beda halnya dengan indukan kucing, meskipun tak memiliki akal, namun tetap merawat dan menjaga anaknya hingga tumbuh besar.

Seharusnya bagaimana yang semestinya saat ini? Binatang belajar dari manusia, atau manusia yang harus belajar dari binatang?


Minggu, 01 Januari 2017

Heca News- Datang tahun baru 2017 tentu merupakan sebuah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, tidak terkecuali Arkin, selaku sekretaris dan bidang kerjasama Aceh Library Consultant (ALC).

Awal tahun baru menjadikan hari yang terindah untuk Arkin, tidak lain tidak bukan karena awal tahun ini merupakan bertambahnya usianya yang ke-26.

Pemuda yang kelahiran 26 tahun silam ini merasakan bertambahnya usia merupakan bertambah pula tanggung jawab.

"Semakin tuanya saya, semakin besar tanggungan saya, belum lagi masalah nikah untuk tahun ini, tidak habis naik pikir (red-haek pike)," ujarnya saat ditemui di Zakir lamnyong.

Anak sulung dari 3 bersaudara ini merupakan tulang punggung keluarga, hal ini turut pula disampaikan oleh Syukrianda selaku partner hidupnya.

"Arkin nyan cit aneuk kamoe yang meutuah, han tom tinggai sembahyang dan di meudoa keu kamoe, kamoe bangga na aneuk lage arkin dan semoga arkin bagah jok cucoe keu kamoe." ujar Syukrianda.

Menurut Arkin, datangnya tahun baru ini bukan lah untuk berhura-hura ataupun bersenang-senang, namun harus di iringi zikir dan doa.

"Meskipun usia saya bertambah diwaktu yang sama pergantiannya tahun 2016 ke 2017, namun saya tidak merayakannya, ini bukanlah sifat saya." Ujarnya Arkin.